Sekarang saya akan menuntun anda mengenai cara membudidayakan belut dalam drum. Belut ini dapat hidup di berbagai daerah, entah itu dataran tinggi atau rendah, daerah dengan curah hujan tinggi maupun rendah. Hal ini menjadi wajar karena habitat alami belut ada di sawah yang biasa ditanami padi. Tanaman padi juga bisa tumbuh di berbagai daerah, jika daerah itu ada padi, maka kemungkinan besar dapat dijadikan tempat untuk mengembangbiakkan belut.

Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan belut yang dibudidayakan. Pemberiannya ditaburkan keseluruh area bak secara merata. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yangditebar forty kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.

Setelah semua bahan tercampur, tutuplah dengan rapat media tersebut menggunakan terpal agar mudah terfermentasi. Setiap three hari sekali buka terpal, lalu aduk media agar gasoline yang ada dapat keluar, kemudian ganti air dengan yang baru. Lakukan hal ini berulang-ulang selama 30 hari. Setelah 1 bulan buka media lalu ganti air dengan yang baru, dan diamkan selama 2 minggu untuk menumbuhkan pakan alami belut. Jika sudah, lakukan pengecekan media dengan menusuk media apakah masih ada gelembung yang menggumpal. Jika sudah tidak ada berarti media siap digunakan, namun jika masih ada diamkan media hingga tidak ada gelembung lagi.

Ini merupakan langkah yang paling penting dan harus dilakukan dengan baik karena pada tahap ini sangat penting dalam mempengaruhi keberhasilan pada masa panen nanti. Pemberian pakan dan perawatan yang baik akan membuat belut sehat dan juga cepat dalam pertumbuhan sehingga pada masa panen akan memiliki ukuran sama besar sehingga hasil panen maksimal. Jadi antara perawatan dan pemberian pakan adalah sama pentingnya pada usaha ternak belut untuk pembesaran.

Satu hal penting yang Anda harus ketahui adalah sifat kanibalisme belut. Di saat belut mengalami perubahan kelamin, maka belut cenderung menjadi hewan kanibal atau pemakan sesamanya. Oleh karenanya, ternak belut pemberian pakan harus tepat waktu dan cukup jumlahnya. Terlebih lagi jika Anda memilih budidaya belut tremendous, maka jumlah pakan yang diberikan pun harus lebih banyak dibanding budidaya belut parung, atau budidaya belut lainnya.

Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari untuk bertelur. Setelah telur menetas dan berumur 5 – 8 hari, ukuran anak belut berkisar 1,5 – 2,5 cm. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama 1 (satu) bulan sampai berukuran 5 – eight cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.

Berikutnya kompos setinggi 5cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg. Karena belut tetap memerlukan air, maka dalam beternak belut dalam bak ini sebagai habitat hidupnya,kolam diberi air sampai ketinggian 15cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Enceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam.

Beberapa hari sebelum benih belut ditebar dalam media budidaya, pada media budidaya sebaiknya dimasukkan pakan alami seperti bekecot, keong, yuyu stsu hewan lainnya yang telah direbus terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar pakan alamim tersebut bisa terurai atau tercampur dengan media budidaya sehingga mikroorganisme yang dibutuhkan belut bisa tumbuh.budidaya belut karawang